MISTERI JENGLOT, makhluk hidup atau patung ?

4
04:15




Manusia senang menganggap benda tak hidup sebagai benda hidup. Kita melihatnya dalam dongeng dari penjuru dunia, dan bahkan di film dora. Beberapa membuat patung sebagai dewa. Beberapa bertindak lebih ekstrim lagi. Menjadikan patung benar-benar seperti manusia, yaitu dengan membentuknya dari daging.
Jenglot adalah tipe patung demikian. Anda mungkin tidak percaya dengan kesimpulan ini, ada beberapa bukti tidak langsung yang memperkuat pendapat ini bahwa jenglot adalah boneka.Berikut fakta-faktanya.


BUKTI PERTAMA : Tidak Bertulang tapi punya DNA Manusia.
     Ada kabar kalau sudah ada tes rontgen, uji biometrik dan tes DNA pada jenglot oleh Dokter Djaja Surya Atmaja, pakar DNA forensik dari Universitas Indonesia. Menurut laporan media, saat di rontgen, tubuh jenglot tidak menunjukkan adanya rangka, hanya struktur penyangga. Uji biometrik tidak menunjukkan struktur dan morfologis manusia. Tapi saat di tes DNA dari kulitnya, DNA yang ditemukan sama dengan DNA manusia.
Sekarang kita lihat argumen fakil Bagaimana caranya membuat boneka yang tidak memiliki rangka tapi berdaging manusia? Gampang. Syaratnya ukuran boneka itu harus kecil. Jika terlalu besar strukturnya akan runtuh karena tidak memiliki tulang. Tapi bila kecil, ia cukup topang dengan, yah, katakanlah lidi.
Dagingnya dari mana? Oh. Sepertinya menyeramkan untuk yang satu ini. Yang jelas dia bisa. Tebak dari mana daging manusia bisa diperoleh.
Dan kasus ini sudah memang terjadi sebelumnya.
     
         Di Mesir, ada banyak sekali mummi hewan. Dari luar mummi ini terlihat seperti burung, tapi begitu ilmuan merontgennya tidak ditemukan adanya kerangka. Kesimpulan para ilmuan : Fake Mummy. Walau tes DNA menunjukkan itU benar. Kan bisa kulitnya saja dipasang di situ.
       Fakta lain yang menunjukkan bahwa jenglot adalah boneka kecil adalah ketidakmampuannya menyerupai manusia.Dari segala jenis bentuk, yang paling sulit digambar adalah bentuk mahluk hidup, terutama manusia. Hal ini karena kita sangat akrab bahkan dengan detil-detil di tubuh manusia. Kita kan manusia. Tangan beda sedikit panjangnya, kita langsung heran, ini manusia apa bukan ya?
Kesulitan ini dapat dijelaskan dengan mudah  : pembuat jenglot tidak pandai menggambar, karena ia kehilangan dua komponen utama, komputer dan rangka . Tanpa rangka, kamu tidak dapat menjaga konsistensi bentuk dan akibatnya tidak mirip manusia.
Apalagi mau memasang gigi yang bagus seperti kita. Wah, susah. Kalau rambut sih gampang. Cabut saja rambut teman. Tapi sebentar. Ada laporan dari penelitian Universiti Sains Malaysia kalau rambut jenglot terus tumbuh. Penjelasannya, itu merupakan ilusi. Adalah miskonsepsi umum kalau kuku dan rambut akan terus tumbuh setelah orang meninggal. Kuku dan rambut tidak dapat tumbuh lagi begitu sel mati. Itu ilusi optik. Apa yang benar terjadi adalah setelah orang mati, ia kehilangan air dan kelembaban dan mengering membuat kulit mengerut di sekitar kepala dan kerangka.
Saat ini terjadi, bagian rambut dan kuku yang aslinya tertanam di daging akan mencuat keluar. Para perawat mayat mencegah hal ini dengan menyirami mayat sehingga kelembaban tetap terjaga. Tidak ada data bagaimana perawatannya dan bagaimana keamanannya. Jika jenglot tersebut dipanaskan, rambutnya bakal
keluar toh. Atau bisa saja ditarik rambutnya. Atau bisa saja rambutnya disambung.
BUKTI KE DUA : Ada Banyak Sekali Jenis Jenglot
      Ada jenglot setengah ular, ada jenglot monster, dsb. Semuanya kecil. Tidak ada jurnal ilmiah khusus pembuat jenglot yang dapat mempertinggi keakuratan, standarisasi dan teknik-teknik pembuatan jenglot. Hasilnya mereka dapat stress membuat jenglot yang mirip manusia.
Bagaimana menghindarinya, ganti saja dengan ikan jadi jenglot putri duyung. Ganti dengan ular, jadi jenglot ular. Ini seperti bermain bongkar pasang. Hanya yang dipasang cukup horror, daging. Daging ular, daging kera, daging manusia, daging ikan. Dengan sedikit pengasapan, citra “klasik” sang jenglot akan terbentuk.
BUKTI KE TIGA : Tidak ada Jenglot yang Bergerak
Boneka seperti itu. Dia bukan robot. Dia tidak punya rangka.
BUKTI KE EMPAT : Jenglot tidak berani dibedah
Penelitian UI dihentikan saat para ilmuan mencoba membedah jenglot. Kata pemiliknya takut terkena bencana.
BUKTI KE LIMA : Jenglot ternyata berusia ribuan tahun??? Tebak, seperti apa leluhur kita 3112 tahun lalu? Ya seperti orang primitif. Siapa yang senang hal-hal horor seperti membentuk daging manusia seperti boneka? Ya orang primitif. Jenglot yang diteliti di Malaysia berusia 2000 tahun. Bagaimana?.
BUKTI KE ENAM: Ilmuan Sendiri Bilang itu Boneka
Berikut kutipan dari Syed Abdullah, peneliti dari Malaysia yang meneliti jenglotnya.
Jadi bisa disimpulkan, jenglot merupakan patung buatan manusia yang dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai makhluk hidup.
Sumber : IG @enigma.myth
    

About the author

Donec non enim in turpis pulvinar facilisis. Ut felis. Praesent dapibus, neque id cursus faucibus. Aenean fermentum, eget tincidunt.

4 comments: